Investasi, khususnya sektor properti, merupakan salah satu opsi menarik
untuk saat ini. Di saat instrumen investasi lain mentok dalam hal
akselerasi pertumbuhan harga dan keuntungan, properti justru semakin
memikat.
Namun, investasi properti hanya akan berhasil jika Anda
tidak keliru dalam memilih lokasi di mana properti tersebut berada.
Selain itu, perhatikan juga potensi di sekitarnya. Dalam kondisi aktual,
Tangerang dan Bekasi, bolehlah dijadikan pilihan.
Kedua kawasan
ini dianggap sebagai wilayah yang menunjukkan ledakan properti sangat
signifikan dalam lima tahun terakhir. Tawaran investasinya pun
menggiurkan.
Menurut Senior Associate Director Research and
Advisory Cushman and Wakefield Indonesia, Arief N Rahardjo, Tangerang
dan Bekasi merupakan dua kawasan yang paling aktif dalam pembangunan
properti, terutama perumahan, ketimbang kawasan lainnya di Jadebotabek.
"Pasokan
hunian selama semester I 2014, didominasi kedua kawasan tersebut,
masing-masing Tangerang sebanyak 53 persen atau 2.430 unit dari total
pasokan 9.283 unit. Sementara Bekasi memasok rumah baru sebanyak 268
unit yang berasal dari tiga perumahan yakni Kota Jababeka, Kota Harapan
Indah, dan Lippo Cikarang" beber Arief, Rabu (15/10/2014).
Secara
kumulatif, lanjut Arief, Tangerang masih mendominasi pasokan hunian
sebanyak 47 persen atau 154.215 unit. Bekasi menyusul di tempat kedua 25
persen dengan angka 81.691 unit.
Namun, bagaimana komparasi pertumbuhan harganya?
Bekasi
rupanya berada di atas Tangerang. Harga rumah di kawasan dengan
populasi sekitar 6 juta jiwa (kota dan kabupaten) tersebut mengalami
lonjakan rerata 9 persen selama enam bulan pertama 2014. Sementara
Tangerang hanya 7 persen.
Bekasi juga unggul dalam hal kenaikan
harga tanah yakni sebesar 15 persen. Lonjakan harga tanah ini terjadi di
perumahan-perumahan utama seperti Summarecon Bekasi yang saat ini
dibanderol seharga Rp 9 juta per meter persegi untuk lahan hunian.
Sedangkan
Tangerang hanya mencatat pertumbuhan harga tanah sekitar 6 persen.
Harga lahan tertinggi saat ini ada di kawasan Alam Sutera yakni berkisar
antara Rp 10 juta hingga Rp 15 juta per meter persegi.
Jadi, pilih Tangerang atau Bekasi?
Sumber : Kompas dot Com

0 Komentar